Ayah, adalah panggilan untuk santriwan santriwati Daarul Qur'an kepada Ustadz Yusuf Mansur.
Meski bukan seutuhnya santri Ayah, izinkan aku memanggilmu Ayah.
Karena raga dan hati ini sedari dulu ingin menjadi salah satu santri kebanggaan Daarul Qur'an.
Sejak kurang lebih 3 tahun lalu, tepatnya di At Tin, aku mulai mencari segala hal dan informasi tentang Ayah.
Bersama sahabatku, Ia menceritakan tentang perubahan hidupnya saat ini, yang berawal dari amalan-amalan Ayah atas Izin Allah SWT.
Ayah, betapa Allah sangatlah baik. Membolak-balikan hatiku menjadi insan yang saat ini kurasa atas izinNya menjadi insan yang lebih baik, Insya Allah.
Ayah, setiap dimanapun jadwal ceramah Ayah, walaupun letih, capek, sakit dan tempatnya jauhpun, tetap aku paksakan hadir. Karena aku selalu merasa dekat dengan Allah ketika aku mengikuti kajian-kajian Ayah.
Ayah, modal utamaku bertahan di Palembang saat Kerja Praktek, cuma channel ANTV buat nonton Chatting YM, Internet buat stalking twitter Ayah dan CD 4 surah keluarga Anggawie. Itu semua adalah wasilah aku sampai aku akhirnya merasakan nikmat ibadah kepada Allah yang luar biasa.
Betapa baiknya Allah, Yah. Sepulangnya dari Palembang, aku bisa bergabung di Komunitas kebanggaanku sampai detik ini. Apalagi kalau bukan SYM (Sejuta Yusuf Mansur). Dari situlah aku makin sayang sama Allah, Yah. Aku bener-bener ngerasa kecil banget disitu. Masih sedikit banget ilmu yang aku miliki, sampai pada akhirnya aku gak mau jauh-jauh dari Ayah. Karena Ayah, wasilah sesungguhnya aku bisa sedikit-sedikit menggapai impianku Yah.
Dream Pray Action.
Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.
Itu yang sering Ayah ulang-ulang.
Ayah,ingatkah saat Ayah ngomel sama aku di ANTV saat shooting Chatting dengan YM? Aku diomeli Ayah, lantaran aku meminta izin Ayah untuk mengajak anak yatim Ayah jalan-jalan ke dufan dan Ayah gak ngizinin. Aku malu Ayah, malu sekali. Ayah mengomeli aku didepan jama'ah Ayah yang lain, aku malu. dan akhirnya aku kembali ke tempat duduku dengan nangis sesegukan. Gak lama dari situ, Ayah mendatangi aku dan memukul-mukul ringan kepalaku dengan botol aqua kosong. Sambil ketawa-ketawa khas Ayah, Ayah menitipkan pesan kepadaku dan kepada jam'ah studio saat itu, bahwa anak yatim, sudah seharusnya dididik jauh lebih keras dibandingkan dengan anak pada umumnya. Keras yang Ayah maksud adalah lebih kepada disiplin, lebih peduli dan dengan penuh kasih sayang, karena anak yatim lebih utama posisinya dimata Allah dibandingkan dengan anak-anak yang masih memiliki orangtua lengkap. Sampai saat ini, aku selalu mengingat pesan Ayah yang satu itu. Ayah, aku punya Sekolah Kreatif khusus anak yatim sekarang. Kapan-kapan datang ya Ayah :D
Ayah, tak ada hari tanpa menitikan air mata. Apalagi dulu saat aku selalu menghadiri jadwal Ayah dimana-mana.
Kini aku haus nasehat Ayah. Sudah lama aku gak hadir di kajian-kajian Ayah, atau sekedar membaca website Ayah.
Sudah lama, hati dan raga ini dipenuhi debu dosa yang begitu tebal. Bahkan perlahan ibadah-ibadahku drop, Ayah.
Aku malu pada Allah.
Ayah, aku harus bagaimana?
aku merasakan pengalaman pahit ditahun 2014 Ayah. Aku ingin sekali Allah berikan kesempatan untukku bisa langsung cerita didepan Ayah.
Tapi, siapa aku? ketika aku bertemu dengan Ayah saja, tetiba aku malu. Aku merasa gak pantas jadi murid Ayah, aku masih banyak dosa nya Ayah.
Ayah, kalau aku bertemu denganmu saja malu, apa jadinya aku nanti dihadapan Nabi Muhammad, apakah aku bisa menjadi salah satu umat yang bisa langsung bertemu dengan kekasih Allah. Semoga Allah senantiasa mengampuni seluruh dosaku ya Ayah.
Ayah,
Aku takut Yah, sudah banyak tanda-tanda akhir zaman. Aku harus bagaimana Ayah, banyak sekali fitnah, perzinahan, kerusakan dimana-mana dan masih banyak lagi kekhawatiran lainnya. Tapi, semua kekhawatiran itu sirna Ayah, kalau aku denger Al Qur'an yang dibaca Ayah. Ayah, next presiden nya Ayah aja ya. Aku akan dukung Ayah.
Ayah,
tawaran ayah untukku mengabdi di SYM Daarul Quran, sampai saat ini aku masih sangat berharap suatu saat kesempatan itu akan datang lagi padaku. Aku masih terus berdoa, bisa tinggal di ketapang, mengabdi di program SYM, dan perlahan menghafal Al Qur'an. Kenapa aku ingin sekali Ayah, karena aku ingin membalas budi baik Ayah kepadaku. Aku ingin mengerahkan potensiku untuk berdakwah bersama Ayah.
Oh iya Ayah, terima kasih karena amalan-amalan Ayah yang sudah dibagi kepadaku. Alhamdulillah aku bisa sampai baitulloh tahun 2014 lalu, aku berhasil mencium hajarul azwat karena Izin Allah.
Amalan ayah, baca surat Al Hadid 1-6, Worth it Ayah!
Ayah, aku masih mau banyak belajar sama Ayah.
Ayah jangan meninggal dulu ya.
Aku akan berdoa sama Allah, semoga Allah senantiasa memanjangkan dan memberkahi usia Ayah dijalan dakwah. Harus ada Ayah...Ayah... yang baru, demi untuk melanjutkan perjuangan dakwah yang sudah Ayah torehkan sejauh ini. Dan Ayah, izinkan aku menjadi salah satu santri kebanggaan Ayah ya...
Santri kebanggaanmu, Bayyinah
Ini adalah sebuah karya untuk Allah. Impian untuk bisa terus mengenal Allah melalui perjalanan hidup yang penuh dengan perjuangan untuk menggapai impian. Berikhtiar dan bermimpi dengan cinta, bersandar kepada Allah untuk segala perwujudannya. Karena Ia yakin, hanya Allah lah Maha pemilik sebenar-benarnya cinta. Cinta yang Ia yakini sebagai fitrah dan landasan untuk beribadah. Dengan cinta semua impian-impiannya akan terwujud, dan cinta ini hanya dari dan untuk Allah.
Rabu, 04 Maret 2015
Jumat, 24 Oktober 2014
Ayah
Ayah,
Tahukah kau.
Aku merindukanmu...
Ayah,
Kau ingat saat aku kecil
Kau bawa aku ke tempat-tempat yang belum pernah aku temukan sebelumnya...
Ayah,
Ingatkah engkau
Kau lengkapi hidupku dengan cinta dan kasih sayang
Kau lengkapi semua hal yang aku butuhkan
Ayah,
Ingatkah engkau,
Setiap pagi kau antarkan aku sekolah, selanjutnya kau lanjutkan perjalananmu mencari nafkah,
Ayah,
Ingatkah engkau,
Tepat sebelum zhuhur, rutin kau menelponku. Hanya untuk memastikan, sudahkan aku pulang, sudahkah aku makan siang
Ayah,
Tanggal lahir kita ada di bulan yang sama.
Sedikit banyak, raut mukaku sepertimu
Sedikit banyak, kau tularkan aku semangat juangmu
Namun tidak sedikit aku berhutang padamu ayah.
Ayah,
Kini aku sudah dewasa,
Aku punya banyak urusan.
Aku punya banyak impian.
Aku pun sudah banyak punya teman
Tapi aku tak sadar2 kini kau yang kesepian
Ayah,
Aku tak juga sadar,
Tiap dering telponmu yang berbunyi di ponselku, adalah sebuah kerinduan dan kekhawatiran.
Namun, aku tetap saja aku menganggap kau mengganggu aktivitasku, aku menganggap, kau berlebihan.
Aku kan sudah dewasa ayah.
Itu selalu anggapanku.
Aku menganggap engkau mengganggu aktivitasku,
Tapi, ternyata kau merindukanku.
Ayah,
Mengapa aku tak juga sadar, seharian kau menunggu ku pulang untuk menyampaikan berbagai cerita yang kau hadapi hari itu.
Aku malah pulang dengan acuh, langsung memasuki kamar.
"Aku capek, mau tidur"
Aku tak sadar ayah, kau ingin jg mendengar apa saja aktivitasku hari ini.
Ayah,
Aku punya begitu banyak waktu untuk teman-temanku, kerjaanku. Tapi aku begitu tak punya waktu untukmu.
Aku begitu banyak pulsa untuk mengaktifkan segala social mediaku,
Namun, maaf ayah. Pulsa ku habis untuk menelponmu.
Aku yakin ayah baik2 saja dirumah kan.
Padahal ternyata kau rindu aku.
Tapi akhirnya kau tak menelponku, karena tak ingin mengganggu aktifitasku.
Ayah,
Dlu kau spesialkan aku di hari lahirku.
Namun, saat ini apalah aku. Tak ada yang spesial untuk hari ulang tahunmu.
Ayah,
Aku sudah mulai kesal dengan keegoisanmu, aku punya kehidupan sendiri. Jangan bawel, jangan banyak ikut campur.
Tapi ternyata kau hanya ingin bilang kalau kau kesepian. Kau butuh teman.
Ternyata aku harus sadar, ayahku sudah mulai seperti anak kecil.
Ayah,
Aku kesal kau sudah pelupa. Apa apa tak ingat.
Tapi ternyata, bukan kesengajaan.
Kau lupa, karena kau sudah banyak usia.
Ayah,
Tanyakan siapa pasanganku.
Tanyakan siapakah lelaki yang sedang dekat denganku.
Kau kurang care ayah.
Bukan, bukan kurang care.
Ternyata ayah takut kehilangan aku, jika dia tau siapa laki2 yang sedang dekat denganku.
Ayah, ayah, ayah
Aku tak pernah tau, siapa yang akan terlebih dahulu bertemu dengan Allah.
Tapi yang aku tau,
Aku memiliki banyak impian untuk membahagiakanmu.
Aku memiliki banyak rencana indah, untuk kuhabiskan bersamamu.
Kau juga harus tau, kau harus terus hidup sampai aku memiliki generasi2 yang akan membuatmu bangga ayah.
Ayah,
Ucapmu adalah kelancaran untuk segala pencapaian berharga didunia ini
Ridho mu adalah anugerah
Kasih sayangmu adalah bensin perjalanan hidupku yang masih sangat panjang.
Ayah,
Bertahanlah.
Aku menyayangimu setulus hatiku
Akan kubawa dirimu melihat dunia
Ayah,
Hiduplah untukku,
Untuk cucuk cicit kebanggaanmu
Ayah,
Doakan aku :")
Tahukah kau.
Aku merindukanmu...
Ayah,
Kau ingat saat aku kecil
Kau bawa aku ke tempat-tempat yang belum pernah aku temukan sebelumnya...
Ayah,
Ingatkah engkau
Kau lengkapi hidupku dengan cinta dan kasih sayang
Kau lengkapi semua hal yang aku butuhkan
Ayah,
Ingatkah engkau,
Setiap pagi kau antarkan aku sekolah, selanjutnya kau lanjutkan perjalananmu mencari nafkah,
Ayah,
Ingatkah engkau,
Tepat sebelum zhuhur, rutin kau menelponku. Hanya untuk memastikan, sudahkan aku pulang, sudahkah aku makan siang
Ayah,
Tanggal lahir kita ada di bulan yang sama.
Sedikit banyak, raut mukaku sepertimu
Sedikit banyak, kau tularkan aku semangat juangmu
Namun tidak sedikit aku berhutang padamu ayah.
Ayah,
Kini aku sudah dewasa,
Aku punya banyak urusan.
Aku punya banyak impian.
Aku pun sudah banyak punya teman
Tapi aku tak sadar2 kini kau yang kesepian
Ayah,
Aku tak juga sadar,
Tiap dering telponmu yang berbunyi di ponselku, adalah sebuah kerinduan dan kekhawatiran.
Namun, aku tetap saja aku menganggap kau mengganggu aktivitasku, aku menganggap, kau berlebihan.
Aku kan sudah dewasa ayah.
Itu selalu anggapanku.
Aku menganggap engkau mengganggu aktivitasku,
Tapi, ternyata kau merindukanku.
Ayah,
Mengapa aku tak juga sadar, seharian kau menunggu ku pulang untuk menyampaikan berbagai cerita yang kau hadapi hari itu.
Aku malah pulang dengan acuh, langsung memasuki kamar.
"Aku capek, mau tidur"
Aku tak sadar ayah, kau ingin jg mendengar apa saja aktivitasku hari ini.
Ayah,
Aku punya begitu banyak waktu untuk teman-temanku, kerjaanku. Tapi aku begitu tak punya waktu untukmu.
Aku begitu banyak pulsa untuk mengaktifkan segala social mediaku,
Namun, maaf ayah. Pulsa ku habis untuk menelponmu.
Aku yakin ayah baik2 saja dirumah kan.
Padahal ternyata kau rindu aku.
Tapi akhirnya kau tak menelponku, karena tak ingin mengganggu aktifitasku.
Ayah,
Dlu kau spesialkan aku di hari lahirku.
Namun, saat ini apalah aku. Tak ada yang spesial untuk hari ulang tahunmu.
Ayah,
Aku sudah mulai kesal dengan keegoisanmu, aku punya kehidupan sendiri. Jangan bawel, jangan banyak ikut campur.
Tapi ternyata kau hanya ingin bilang kalau kau kesepian. Kau butuh teman.
Ternyata aku harus sadar, ayahku sudah mulai seperti anak kecil.
Ayah,
Aku kesal kau sudah pelupa. Apa apa tak ingat.
Tapi ternyata, bukan kesengajaan.
Kau lupa, karena kau sudah banyak usia.
Ayah,
Tanyakan siapa pasanganku.
Tanyakan siapakah lelaki yang sedang dekat denganku.
Kau kurang care ayah.
Bukan, bukan kurang care.
Ternyata ayah takut kehilangan aku, jika dia tau siapa laki2 yang sedang dekat denganku.
Ayah, ayah, ayah
Aku tak pernah tau, siapa yang akan terlebih dahulu bertemu dengan Allah.
Tapi yang aku tau,
Aku memiliki banyak impian untuk membahagiakanmu.
Aku memiliki banyak rencana indah, untuk kuhabiskan bersamamu.
Kau juga harus tau, kau harus terus hidup sampai aku memiliki generasi2 yang akan membuatmu bangga ayah.
Ayah,
Ucapmu adalah kelancaran untuk segala pencapaian berharga didunia ini
Ridho mu adalah anugerah
Kasih sayangmu adalah bensin perjalanan hidupku yang masih sangat panjang.
Ayah,
Bertahanlah.
Aku menyayangimu setulus hatiku
Akan kubawa dirimu melihat dunia
Ayah,
Hiduplah untukku,
Untuk cucuk cicit kebanggaanmu
Ayah,
Doakan aku :")
Kamis, 28 Agustus 2014
My Thousand Dreams
Ketika menulis 100 Impian sudah terlalu main stream, kini saya hadir dengan sedikit modifikasi kata-kata yaitu Thousand Dream atau 1000 Mimpi.
Sekitar pertengahan tahun 2010, saya diperkenalkan tentang peluang bisnis yang bisa merubah hidup. Maka saya mendengar penjelasan teman saya dengan seksama lembar demi lembar,slide biru kecil yang Ia pegang.
Saat itu bahkan saya gak paham dengan apa yang dijelaskan. Namun, dari situ lah keberanian saya dalam bermimpi mulai mucul dan seakan kuat tertanam didalam diri saya.,
Singkat cerita ternyata yang diperkenalkan teman saya itu adalah bisnis MLM. udah ketebak ya? haha. Banyak banget yang negatif dengan bisnis MLM, karena mereka -yang negatif- berpikiran, gak mungkin ah bisa dapet kapar pesiar, mobil mewah atau jalan-jalan keluar negeri. Namun berbeda dengan saya, saya memilih untuk tidak menutup diri dan negatif saat mendengar informasi dari teman saya. Bahkan saya malah optimis sekali untuk bisa survive dan sukses didalamnya.
Dalam Bisnis tersebut, kami selalu diajarkan untuk terus menambah dan memperkuat impian kami. Kami dibimbing untuk memiliki Dream Book, membaca buku-buku positif, berkenalan dengan banyak orang, berani dan sabar saat kami ditolak dan dicemooh orang-orang sekitar, yang bahkan gak jarang malah datangnya dari orang-orang terdekat. Dari bisnis MLM-yang kata orang banyak bohong ngibulnya- melahirkan saya yang sekarang sangat percaya dengan mimpi-mimpi yang bisa saya capai suatu hari nanti.
Saya ingat ketika saya presentasi,hujan, panas, siang, malem dalam kondisi lapar, letih dan rentetan keluhan yang mungkin bisa jadi penghalang saya dalam meneruskan perjalanan ini. Namun nyatanya tidak, semakin lama saya semakin bersemangat dan bertekad untuk terus menerjang ombak didepan sana, dan meraih semua Impian yang sudah saya tuliskan dengan kalimat-kalimat terbaik dalam dream book saya.
Saat ini terhitung 4 tahun, setelah teman saya menjelaskan kepada saya tentang MLM tersebut. Dan nyatanya memang saya hanya bertahan 2 tahun didalam bisnis itu dengan pencapaian *5.
Apakah artinya MLM itu tidak benar? NO! salah besar, justru saya sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT karena telah mempertemukan saya dengan MLM itu, bukan karena bisnis atau reward nya. Namun karena dari sana lah titik saya bertemu dengan impian dan mempercayainya itu muncul.
Dari sanalah, saya sadar bahwa kalau ingin sukses maka sukseskanlah orang sekitar. Dari sanalah saya selalu optimis untuk melalui hari-hari saya didunia ini.Walaupun kini saya tidak lagi berjuang disana, namun saya masih meneruskan perjuangan saya disini. Dengan modal Impian yang sudah saya tulis dan saya kirimkan pada MAHA pemilik impian melalui do'a-do'a dan tangis saya.
Mungkin Allah berkehendak lain,bukan dari MLM jalan nya. Namun Allah telah mempersiapkan jalan yang lain.
Kini, saya terus menambahkan Impian-Impian saya dalam dream book saya. Boleh percaya atau tidak, sedikit banyak impian saya yang terdahulu telah saya coret, yang berarti impian itu telah saya capai dan itu benar adanya.
Saya teringat ucapan ka pewski, fokuslah pada 3 hal kala ingin meraih kesuksesan.
Fokus Pada Allah
Fokus Pada Diri Sendiri
Fokus Pada Sekitar
Mari melanjutkan untuk menulis ribuan impian yang ingin kalian capai. Percayalah, Allah yang akan mengirimkan cara-caranya. Yakin Yakin Yakin. Waktu Indah itu akan tiba :D
Sampai ketemu di Jannah ya Muslimah
:D
Sekitar pertengahan tahun 2010, saya diperkenalkan tentang peluang bisnis yang bisa merubah hidup. Maka saya mendengar penjelasan teman saya dengan seksama lembar demi lembar,slide biru kecil yang Ia pegang.
Saat itu bahkan saya gak paham dengan apa yang dijelaskan. Namun, dari situ lah keberanian saya dalam bermimpi mulai mucul dan seakan kuat tertanam didalam diri saya.,
Singkat cerita ternyata yang diperkenalkan teman saya itu adalah bisnis MLM. udah ketebak ya? haha. Banyak banget yang negatif dengan bisnis MLM, karena mereka -yang negatif- berpikiran, gak mungkin ah bisa dapet kapar pesiar, mobil mewah atau jalan-jalan keluar negeri. Namun berbeda dengan saya, saya memilih untuk tidak menutup diri dan negatif saat mendengar informasi dari teman saya. Bahkan saya malah optimis sekali untuk bisa survive dan sukses didalamnya.
Dalam Bisnis tersebut, kami selalu diajarkan untuk terus menambah dan memperkuat impian kami. Kami dibimbing untuk memiliki Dream Book, membaca buku-buku positif, berkenalan dengan banyak orang, berani dan sabar saat kami ditolak dan dicemooh orang-orang sekitar, yang bahkan gak jarang malah datangnya dari orang-orang terdekat. Dari bisnis MLM-yang kata orang banyak bohong ngibulnya- melahirkan saya yang sekarang sangat percaya dengan mimpi-mimpi yang bisa saya capai suatu hari nanti.
Saya ingat ketika saya presentasi,hujan, panas, siang, malem dalam kondisi lapar, letih dan rentetan keluhan yang mungkin bisa jadi penghalang saya dalam meneruskan perjalanan ini. Namun nyatanya tidak, semakin lama saya semakin bersemangat dan bertekad untuk terus menerjang ombak didepan sana, dan meraih semua Impian yang sudah saya tuliskan dengan kalimat-kalimat terbaik dalam dream book saya.
Saat ini terhitung 4 tahun, setelah teman saya menjelaskan kepada saya tentang MLM tersebut. Dan nyatanya memang saya hanya bertahan 2 tahun didalam bisnis itu dengan pencapaian *5.
Apakah artinya MLM itu tidak benar? NO! salah besar, justru saya sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT karena telah mempertemukan saya dengan MLM itu, bukan karena bisnis atau reward nya. Namun karena dari sana lah titik saya bertemu dengan impian dan mempercayainya itu muncul.
Dari sanalah, saya sadar bahwa kalau ingin sukses maka sukseskanlah orang sekitar. Dari sanalah saya selalu optimis untuk melalui hari-hari saya didunia ini.Walaupun kini saya tidak lagi berjuang disana, namun saya masih meneruskan perjuangan saya disini. Dengan modal Impian yang sudah saya tulis dan saya kirimkan pada MAHA pemilik impian melalui do'a-do'a dan tangis saya.
Mungkin Allah berkehendak lain,bukan dari MLM jalan nya. Namun Allah telah mempersiapkan jalan yang lain.
Kini, saya terus menambahkan Impian-Impian saya dalam dream book saya. Boleh percaya atau tidak, sedikit banyak impian saya yang terdahulu telah saya coret, yang berarti impian itu telah saya capai dan itu benar adanya.
Saya teringat ucapan ka pewski, fokuslah pada 3 hal kala ingin meraih kesuksesan.
Fokus Pada Allah
Fokus Pada Diri Sendiri
Fokus Pada Sekitar
Mari melanjutkan untuk menulis ribuan impian yang ingin kalian capai. Percayalah, Allah yang akan mengirimkan cara-caranya. Yakin Yakin Yakin. Waktu Indah itu akan tiba :D
Sampai ketemu di Jannah ya Muslimah
:D
Rabu, 04 Desember 2013
Dakwahku, Tulisanku
Sudah satu pekan, nikmat sehat yang selama ini aku sia-siakan, sementara waktu di ambil Allah dulu. Entah karena mungkin Allah ingin memberikan pengajaran berharga untukku, bagaimana mensyukuri nikmat sehat yang selama ini Dia berikan dengan penuh cinta untukku.
Sudah menjadi keseharianku, ketika aku berbaring sakit. Bakteri Tipes (bukan bahasa sebenarnya) ternyata sudah bersarang terlebih dahulu dilambungku. Keadaan ini memaksaku untuk bedrest secara total, dengan tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang berat.
Sungguh di dalam hati yang terdalam, kalau saja aku boleh menyesal, aku akan menyesal karena tak memanfaatkan kesehatan secara maksimal saat aku sehat. Seenaknya saja, tanpa perhitungan. Tubuh ini aku bawa kemana-mana seakan-akan aku punya kekuatan bak sailormoon yang tak akan habis meski diterjang panas atau hujan. Maka inilah yang bisa kulakukan sekarang. Sekedar membuka laptop dan mulai menulis kembali.
Dalam sepekan juga, alhamdulillah aku bisa menghabiskan novel favoritku "99 Cahaya dilangit Eropa", sesekali aku buka laptopku atau sekedar meminjam tablet milik anak kosan dirumahku, hanya untuk melihat trailer film nya atau melihat video clip original soundtrack Film dari novel tersebut.
Aku melihat kekayaan alam melalui sepenggal cerita perjalanan religi seorang Hanum Rais dan Suaminya. Yaa, Mereka berdakwah dengan cara mereka. Tak banyak ayat-ayat Al Qur'an yang aku temui dalam novel itu. Hadist pun tak banyak pula aku temui di lembar demi lembaran kisah mereka yang kubaca. Namun, mengapa setelah habis aku membacanya. batin dan raga ini semakin mencintai Allah.
Mereka dengan sangat telaten, menulis satu persatu tempat peradaban Islam yang pernah berjaya di Eropa sana. Dari tulisan demi tulisan mereka, Aku merasakan kesungguhan Iman telah kuat mereka tanam didalam hati dan jiwa mereka. Yaa. aku terkagum dengan kata-kata "Agen muslim yang baik" yang sering diulang-ulang penulisannya dalam novel itu.
Aku pun sangat yakin, buku itu pun menjadi sangat best seller, karena Hanum dan Suaminya, telah berhasil mentransfer informasi Islam dengan sebaik-baiknya. Terkadang, kita tak perlu menjadi seorang ahli dan menguasai ilmu ini dan itu dulu untuk berdakwah. Bagiku, cukup terus belajar dan belajar, serta mengaplikasikan hal-hal yang telah kita pelajari sehingga itu bisa menjadi kebaikan, dan membawa manfaat untuk orang lain, itulah sejatinya berdakwah.
Seperti pasangan suami istri favoritku saat ini. Hanum Rais dan Rangga Almahendra, yang dengan hati yang sangat tulus menulis kisah perjalanan religi mereka, menapaki peradaban Islam yang pernah singgah di Eropa, serta membuat ratusan atau bahkan ribuan pembaca kagum akan Islam dan tambah mencintai Islam dan Tuhan mereka, sesungguhnya mereka lebih mulia.
Aku ingin seperti mereka. Melalui tulisan-tulisanku, insyaAllah nantinya bisa menjadi inspirasi banyak orang, Sehingga banyak orang yang senang berbuat baik setelah membaca tulisan-tulisanku.
Dakwahku, Tulisanku....
Sabtu, 23 November 2013
Izinkan aku ke Eropa, Ya Rabb
Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul “Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa”
Dilain harinya, aku ingin melihat langsung tulisan indah yang masih terpasang di bangunan megah Haghia Sophia. Ya, tulisan nama-Mu Ya Rabb. Allah dan Muhammad SAW dalam tulisan arab. Istanbul Turkey.
Aku sangat ingin ke Eropa Ya Rabb. Aku ingin melahirkan beberapa generasiku, ditempat yang sangat indah, yang penuh dengan sejarah dan budaya Islam. Aku ingin bersilaturahim dengan saudara-saudara muslimku di Eropa sana. Menjadi salah seorang tokoh muslimah, yang dapat mendirikan rumah ilmu islam, serta berdakwah disana.
Yaa Rabb, aku ingin mengajarkan anak-anak muslim mengaji dibawah Menara Eiffel. mengkhatamkan Qur'an di Masjid Islamic Center, Vienna. Berada dipinggir sungai Danube sambil berzikir Asmaul Husna-Mu Ya Rabb. Dan memandang kekayaan Alam ciptaan-Mu ,Bukit Kahlenberg, Austria.
Yaa Rabb, aku ingin belajar keteguhan Tauhid saudara-saudara muslimku disana. Ya di Eropa. Yang pernah menjadi pusat peradaban Islam terbesar dizamannya.
Yaa Rabb, jikalau Kau mengizinkanku kesana. Dibawah birunya langit Negri Paris, kulantunkan ayat-ayat indahmu Yaa Rabb dibawah kokohnya Menara Eiffel, kubacakan ayat demi ayat surat Ar Rahman, sebagai bentuk syukur dan takjubnya aku dengan semua hal indah yang Kau ciptakan dimuka bumi ini.
Akan kubawa serta kedua orangtuaku, karena ku yakin, semua karena do'a yang tak pernah lepas dari lisannya.
Aku ingin menjadi salah satu orang yang bisa berpengaruh dalam rangka memperjuangkan Islam. Menuntut ilmu, serta berbagi ilmu. Entah mungkin saja hanya 'A, Ba, Ta, Tsa' tapi itu akan jadi kepuasan sendiri bagiku.
Dilain harinya, aku ingin melihat langsung tulisan indah yang masih terpasang di bangunan megah Haghia Sophia. Ya, tulisan nama-Mu Ya Rabb. Allah dan Muhammad SAW dalam tulisan arab. Istanbul Turkey.
Dibelahan Bumi Eropa sana aku ingin menyaksikan langsung dengan mata kepalaku sendiri, betapa pesatnya perkembangan Islam disana. Aku ingin menetap beberapa tahun Ya Rabb. Aku ingin mengajar anak-anak TK mengaji Al Qur'an, syukur-syukur bisa belajar menghafal bersama-sama.
Namun, tak selamanya aku menetap di bumi Eropa-Mu ini Ya Rabb. Aku pun akan kembali ke tanah air tercintaku Indonesia. Membawa pengalaman indah dan membangunkan lagi impian-impian anak bangsa, khususnya muslim. Mereka harus bangkit dan berjuang untuk Agama dan Negeri tercintanya.
Aku ingin meyakinkan mereka, bahwa Kau sangatlah dekat dengan impian-impian yang ingin kita wujudkan, asal tetap terus yakin, berdo'a dan berusaha.
Izinkan aku ke Eropa, Ya Rabb :)
Jumat, 22 November 2013
Untukmu.......... Seseorang yang Namanya Telah Tertulis di Mega Server, Lauhul Mahfudz.
Ketika Allah telah menghendaki banyak hal bahagia yang akan terjadi untuk para kekasihnya, kekasih yang terus berusaha menjemput cinta halal, maka pastilah Allah akan mengujinya terlebih dahulu.
Allah ingin melihat kesungguhan para hamba-Nya untuk mempertahankan cinta yang terbaik. Cinta yang bukan melihat fisik dan materi semata, namun cinta yang melihat ada Allah dihatinya. Cinta yang ada karena sering lisannya berzikir untuk Allah, cinta yang lahir karena begitu tawadhu nya ia terhadap agama, cinta yang hadir karena keduanya memuliakan Allah dan hanya mengharap ridho-Nya.
Kesedihan, kesendirian, kecemasan akan bergandengan tangan dengan kebahagiaan yang nantinya akan datang dari Allah. Kita hanya perlu percaya, bahwa Allah sedang memerhatikan kita sambil menuliskan skenario terbaik kita, agar perjalanan ini bahagia diujungnya nanti.
Maka tertulis beberapa buah pinta seorang hamba kepada Rabb nya
Yaa Rabb, jikalau Kau nanti datangkan seorang imam untukku.
Pastilah Ia adalah seorang yang selama ini aku nantikan kehadirannya.
Pastilah Ia adalah seorang yang selama ini tak pernah lepas dari lisanku selama aku berdo'a
Pastilah Ia adalah imam terbaik pilihan-Mu, diantara jutaan pria muslim diluar sana
Pastilah Ia adalah seorang anak sholeh yang sangat menyayangi kedua orangtua nya Ya Rabb
Pastilah Ia adalah seorang yang begitu mencintai kekasih kebanggan-Mu, Nabi Muhammad SAW
dan Pastilah Ia adalah hamba yang kau jaga hati,lisan dan raganya untuk-ku Yaa Rabb
Suatu saat, Kau pertemukan kami, dengan ketakwaan dan kesabaran yang selama ini kami rajut bersama-Mu Yaa Rabb
Pertemukan kami, seperti Kau mempertemukan cinta Rasululloh SAW dengan Siti Khadijah
Pertemukan kami, seperti Kau mempertemukan cinta Ali dan Fatimah
Kalaupun kami tak sesempurna yang Kau harapkan, izinkanlah kami saling menutupi masing-masing dari kekurangan kami.
Yaa Rabb, pilihkan Yaa Rabb imam dunia dan akhirat yang pantas untukku
Imam yang ibadahnya adalah ibadahku
Imam yang membangunkan aku untuk bersujud di sepertiga malam
Imam yang membetulkan bacaan qur'an ku ketika aku salah membaca ayat-ayat cinta mu
Imam yang bisa memotivasi aku saat aku tak terjatuh
Imam yang akan senantiasa memelukku dan menghapus air mataku saat aku berada dalam kesedihan
Imam yang akan menjadi seorang ayah terbaik untuk anak dan cucuk nya kelak
dan Imam yang akan menggandeng tanganku, bertemu dengan-Mu di surgamu kelak
Pantaskan aku Yaa Rabb
Untukmu..........
seseorang yang Namanya Telah Tertulis di Mega Server, Lauhul Mahfudz.
Calon pendamping halalku, :)
Minggu, 10 November 2013
Obrolan ringan tentang Jodoh
Pelajaran berharga untuk satu minggu terakhir ini. Saya pun tergoda untuk mengirimkan sms mesra untuk seseorang yang pastilah belum halal untuk saya. Bahkan sms mesra ini pun, tak ada chemistry nya sama sekali. Hanya untuk melepas penat, dan mencoba lebih nakal dari sifat dan sikap asli saya.
Kadang, saya bosan dengan anggapan orang bahwa saya seorang yang sholehah. Masih jauh sesungguhnya dari kesholehahan yang sempurna. Yah,itulah manusia. Didoakan untuk menjadi orang yang sholehah, malah dianggapnya berlebihan dan ingin menjadi orang yang lebih nakal.
Yap,benar. Saya beberapa hari terakhir,kembali kehilangan arah. Saya malah tak ingin lagi berpegang prinsip untuk tidak berpacaran. Saya ingin mencoba pacaran. Hanya ingin mencoba, saling mengirimkan sms mesra pada lawan jenis, padahal gak ada perasaan sama sekali. Saat itu saya sangat bosan dengan kehidupan percintaan saya. Karena beberapa kali mencoba ta'aruf, semuanya gagal. Saya bosan dengan kesendirian saya selama ini. Yang tadinya saya bangga akan pertahanan saya untuk tidak berpacaran, beberapa hari lalu luntur seketika. Saya jadi manusia yang paling introvert kalo kata buku-buku psikologi. Perlahan-lahan melakukan hal bodoh yang gak ada manfaatnya sama sekali.
Betapa marahnya Allah melihat tingkah bodoh saya. Pastilah Allah kesal dengan perbuatan saya.
Bersykurnya saya, karena Allah masih sayang dengan saya. Itu tak berlangsung lama. Saya mengingat bahwa telah berapa banyak kata yang terlontar dari lisan ini tentang hubungan halal yang Allah restui, single until halal, menjemput jodoh dengan memantaskan diri, dan masih banyak lagi hal-hal yg bertolak belakang dengan apa yang telah saya lakukan dalam beberapa hari terakhir.
Saya juga tak lagi menikmati indahnya ibadah, entah mungkin ini teguran dari Allah. Karena kenakalan Saya.
Akankah saya menjadi orang yang munafik?
Seketika itu saya beristighfar. Secepatnya saya melakukan sholat taubat.
Saya mohon ampun atas kemunafikan saya, atas lisan-lisan yang sebelumnya berjanji pada Allah hanya ingin menjemput cinta yang suci nan hakiki. Tapi dibeberapa hari terakhir, saya melakukan kesalahan yang luar biasa. Beberapa hari ini keyakinan akan pengabulan do'a sirna, yang ada hanyalah niat untuk menjadi lebih nakal dari sebelumnya.
Keesokan harinya, saya memutuskan untuk menguatkan lagi prinsip yang sebelumnya hampir hilang dari hati saya. Prinsip untuk mempertahankan kehormatan diri, dan keyakinan akan pengabulan do'a dari Allah SWT.
Maka, sore ini umi (sapaan untuk bunda tercinta)
" Umi yakin, Allah hanya sedang mempersiapkan segala yang indah, dan segala yang luar biasa untuk pertemuan Ridha, dengan calon yang sangat Ridha impikan....."
Kelanjutannya mungkin seperti ini
" Saat ini, Allah sedang ingin melihat perjuangan Ridha membahagiakan umi dan bapak. Setelahnya, Allah akan mengembalikannya dengan kebahagiaan, dan Ridha akan puas akan perjuangan yang telah Ridha lakukan untuk umi dan bapak. Bersama suami Ridha tercinta"
Itulah hasil obrolan ringan tentang jodoh bersama umi di sore ini. entah mengapa, hati ini makin yakin bahwa tinggal sedikit lagi.Sabar dan Sholat. Maka sampailah saya ditempat imam sholeh menjemput saya.
Keep Istiqomah, Sholehah
InsyaAllah kita ketemu di Jannah :)
Kadang, saya bosan dengan anggapan orang bahwa saya seorang yang sholehah. Masih jauh sesungguhnya dari kesholehahan yang sempurna. Yah,itulah manusia. Didoakan untuk menjadi orang yang sholehah, malah dianggapnya berlebihan dan ingin menjadi orang yang lebih nakal.
Yap,benar. Saya beberapa hari terakhir,kembali kehilangan arah. Saya malah tak ingin lagi berpegang prinsip untuk tidak berpacaran. Saya ingin mencoba pacaran. Hanya ingin mencoba, saling mengirimkan sms mesra pada lawan jenis, padahal gak ada perasaan sama sekali. Saat itu saya sangat bosan dengan kehidupan percintaan saya. Karena beberapa kali mencoba ta'aruf, semuanya gagal. Saya bosan dengan kesendirian saya selama ini. Yang tadinya saya bangga akan pertahanan saya untuk tidak berpacaran, beberapa hari lalu luntur seketika. Saya jadi manusia yang paling introvert kalo kata buku-buku psikologi. Perlahan-lahan melakukan hal bodoh yang gak ada manfaatnya sama sekali.
Betapa marahnya Allah melihat tingkah bodoh saya. Pastilah Allah kesal dengan perbuatan saya.
Bersykurnya saya, karena Allah masih sayang dengan saya. Itu tak berlangsung lama. Saya mengingat bahwa telah berapa banyak kata yang terlontar dari lisan ini tentang hubungan halal yang Allah restui, single until halal, menjemput jodoh dengan memantaskan diri, dan masih banyak lagi hal-hal yg bertolak belakang dengan apa yang telah saya lakukan dalam beberapa hari terakhir.
Saya juga tak lagi menikmati indahnya ibadah, entah mungkin ini teguran dari Allah. Karena kenakalan Saya.
Akankah saya menjadi orang yang munafik?
Seketika itu saya beristighfar. Secepatnya saya melakukan sholat taubat.
Saya mohon ampun atas kemunafikan saya, atas lisan-lisan yang sebelumnya berjanji pada Allah hanya ingin menjemput cinta yang suci nan hakiki. Tapi dibeberapa hari terakhir, saya melakukan kesalahan yang luar biasa. Beberapa hari ini keyakinan akan pengabulan do'a sirna, yang ada hanyalah niat untuk menjadi lebih nakal dari sebelumnya.
Keesokan harinya, saya memutuskan untuk menguatkan lagi prinsip yang sebelumnya hampir hilang dari hati saya. Prinsip untuk mempertahankan kehormatan diri, dan keyakinan akan pengabulan do'a dari Allah SWT.
Maka, sore ini umi (sapaan untuk bunda tercinta)
" Umi yakin, Allah hanya sedang mempersiapkan segala yang indah, dan segala yang luar biasa untuk pertemuan Ridha, dengan calon yang sangat Ridha impikan....."
Kelanjutannya mungkin seperti ini
" Saat ini, Allah sedang ingin melihat perjuangan Ridha membahagiakan umi dan bapak. Setelahnya, Allah akan mengembalikannya dengan kebahagiaan, dan Ridha akan puas akan perjuangan yang telah Ridha lakukan untuk umi dan bapak. Bersama suami Ridha tercinta"
Itulah hasil obrolan ringan tentang jodoh bersama umi di sore ini. entah mengapa, hati ini makin yakin bahwa tinggal sedikit lagi.Sabar dan Sholat. Maka sampailah saya ditempat imam sholeh menjemput saya.
Keep Istiqomah, Sholehah
InsyaAllah kita ketemu di Jannah :)
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)
.jpg)