Bapak, yang sehat ya. Sebentar lagi kita kedatangan tamu.
Ini doaku, setiap saat Bapak, ingin selalu membuat Bapak bahagia.
Kita, nggak pernah satu pemikiran, nggak pernah satu jalan.
Bapak orangnya disiplin, dan aku kebanyakan santai,
Aku suka bermimpi, Bapak enggak.
Tapi, kita sama dalam satu hal, sama-sama ingin saling membahagiakan.
Bapak, usiamu bikin Aku selalu dag-dig-dug.
Sungguh, Aku takut kehilanganmu.
Aku takut, kandas waktuku untuk membahagiakanmu.
Dibalik wajahku yang selalu meledekmu dengan nada candaan, ada air mata Pak, ada air mata yang bercampur doa, harapan, kesedihan, kebahagiaan, rasa syukur karena memilikimu dan takut sekali berpisah.
Bapak, Aku ingin buat Bapak bahagia.
Untuk itu, kita harus siap-siap, karena sebentar lagi ada tamu.
Ia adalah calon menantu Bapak yang terakhir.
Entah Ia masih ada dimana, siapa namanya, berapa umurnya, anak keberapa.
Tapi, dada ini selalu sesak Pak, Aku ingin menyempurnakan kebahagiaanmu Pak.
Insya Allah Ia akan datang, iya beneran Pak, serius.
Insya Allah...
Doakan ya Pak, doakan anak bontot cengeng nyebelinmu ini.
Ia akan menjabat tanganmu Pak,
Mengucap ijab qobul dengan tegas, menyatakan keseriusannya atas pemindahan tanggung jawab darimu untuk hidupku dan hidup kami kedepannya.
Pak, jangan bersedih,
Bapak selalu di hati aku. Aku nggak pernah sekalipun bisa berpisah dari Bapak,
Tapi Bapak harus semangat lagi, ya. harus semangat.
Insya Allah, Ia sudah Allah persiapkan untuk jadi bagian dari keluarga kita Pak.
Anak mantu Bapak yang terakhir,
yang sangat mencintaiku, keluarganya dan keluarga kita.
Pastinya, juga mencintai pencipta kita yang Maha Sempurna.
Bapak yang sehat ya, kan sebentar lagi kita akan kedatangan tamu :")
Ini adalah sebuah karya untuk Allah. Impian untuk bisa terus mengenal Allah melalui perjalanan hidup yang penuh dengan perjuangan untuk menggapai impian. Berikhtiar dan bermimpi dengan cinta, bersandar kepada Allah untuk segala perwujudannya. Karena Ia yakin, hanya Allah lah Maha pemilik sebenar-benarnya cinta. Cinta yang Ia yakini sebagai fitrah dan landasan untuk beribadah. Dengan cinta semua impian-impiannya akan terwujud, dan cinta ini hanya dari dan untuk Allah.
Rabu, 30 Maret 2016
Rabu, 16 Maret 2016
Surat Cinta Untuk (Calon) Suamiku
Di usia yang kata orang usia usia mengkhawatirkan, 24 tahun. Ya 24 tahun, Kalau mau pilih khawatir, bisa saja Aku khawatir. Tapi, kalau itu yang Aku pilih, seperti hamba yang durhaka rasanya. Di tengah impian demi impian dijawabNya, aku bisa jadi layaknya hamba yang kurang syukurnya.
Aku harus kembali siap menutup telinga sambil menyunggingkan senyuman, lantaran kanan-kiri mulai rese memprolamirkan pertanyaan-pertanyaan 'Indah' bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Kapan nikah?"
"Pasangangannya Mana?"
"Dia udah punya 2 anak, masa kamu calon aja belum ada"
dan apalah apalah
Terganggu sih enggak, cuma annoying aja. hehe
Jujur binti jujur, Aku sangat berkeinginan menikah muda. Bahkan keinginan itu sudah ada sejak Aku genap 22 tahun. Namun, Allah kan produsernya, kalau kata Dia aku belum pantas, ya belum pantas. Mungkin masih banyak yang aku harus ukir dan raih, sambil Allah terus menilai, sudah layak kah aku menjadi seorang Istri dan Ibu nantinya.
Aku bukan saja menunggu dirimu, wahai pangeran ganteng di ujung sana.
Tapi aku berikhtiar juga untuk pantas menjadi pasangan dari laki-laki tampan bertanggung jawab seperti dirimu.
Aku juga sedang mempersiapkan untuk menjadi menantu idaman Ayah dan Ibu mertuaku nanti. Iya, Ayah dan Ibumu, Aku juga sedang mempersiapkan obrolan hangat apa yang bisa dilakukan antara aku dengan kakak/adik iparku (kalau ada) nantinya.
Aku sedang kembali mengulang hafalan-hafalan surat pendek di juz 30 untuk nantinya sering kita ulang-ulang bersama, iya persiapan kamu jadi imamku nanti. Tiap sholat! tapi ada waktu waktu tertentu lain yang kamu harus ke masjid ya.
Aku sedang berimajinasi, kamu selalu suka dengan setiap masakanku. Aku ingin membekalimu masakanku di setiap aktivitasmu ya, kalau boleh.
Bahkan Aku juga sudah mempersiapkan beberapa nama untuk anak-anak lucu sholeh sholehah kita nanti.
Kamu itu sangat spesial, Aku yakin itu. Mangkanya proses nya butuh kesabaran.
Siapa bilang Aku berdiam diri, walaupun tidak menyebut nama (kan karena gak tau namanya) aku selalu mendoakanmu dalam tiap sholatku.
Saat ini, Aku sangat yakin Allah meminta kita untuk sedikiiiiiit lebih sabar.
Karena kamu sedang dipersiapkan Allah untukku, begitupun juga Aku.
Aku ingin kamu bangga, ketika nantinya Aku adalah seorang istri yang banyak prestasi namun tidak lupa jati diri. Aku ingat kodratku, sebagai seorang istri.
Iya Aku paham, setiap pria merindukan wanita yang terus ada dirumah dikala dibutuhkan, dikala suaminya rindu.
Jadi untuk itu Aku sedang mengumpulkan prestasi sana-sini sebagai bekal untuk aku berprestasi padamu atas nama seorang istri. Sangat bukan untuk menyaingimu, tapi dibalik Pria hebat sepertimu, aku ingin juga menjadi wanita hebat yang selalu setia berada di belakangmu (calon) suamiku.
kaya Kang Emil dan Cintanya...
Sungguh, Aku nggak cengeng saat menantimu seperti yang dulu-dulu.
Sebaliknya, Aku begitu bersemangat untuk merancang rumah tangga kita ke depan. Susah senang, bersama.
sempat Aku sangat dag dig dug akan kedatanganmu, namun yang Aku tahu Allah dengan segudang cinta langit dan bumiNya, akan mempertemukan kita di waktu yang paling tepat.
sing sabar pangeranku :)
Senin, 29 Februari 2016
MENGECEWAKAN atau DIKECEWAKAN ?
Selama hidup, ada berapa fase yang kita lalui. Tak terhitung bukan?
terkadang kita melewati fase sedih, fase bahagia, fase beruntung dan pernah pula melalui fase kecewa.
Percayakah, setiap fase itu adalah buah dari perbuatan kita sendiri.
Jika kita pernah sampai pada fase dikecewakan, mungkin kita pernah melewati fase mengecewakan. Ada beberapa atau bahkan, banyak orang yang kecewa karena perbuatan kita.
Mungkin sebagian lain, pernah juga menangisi kata-kata menyakitkan yang keluar dari kita, atau bahkan kepercayaan yang sudah mereka berikan sirna, lantaran kita yang melepas kepercayaan itu pergi entah kemana.
Sesal?
Ya, seharusnya bisa berbuah penyesalan. Namun, penyesalan seperti apa?
Penyesalan yang berbuah kepada suatu hikmah dan pembelajaran.
Setiap kita yakin setiap fase kehidupan itu adalah fase belajar, kita bisa memaknainya pula sebagai pendewasaan diri untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Untuk apa menjadi pendendam, jika kita bisa memilih untuk memaafkan.
Untuk apa menjadi sedih, jika kita bisa memilih bahagia dan mengikhlaskan.
Untuk apa menjadi tak tenang, jika kita bisa memilih mengambil hikmah dari setiap proses.
Mengecewakan orang lain, sudah sejatinya kita berazzam untuk mengurangi intensitas itu.
Kalaupun kita masih dikecewakan oleh orang lain, maka bisa jadi itu teguran, bisa jadi itu ujian.
Bisa jadi kalau kita Ikhlas menjalaninya, itu jadi ladang amal untuk kita semua.
Jalanilah selama itu membuahkan pelajaran, yang nantinya berujung pada pendewasaan.
Allah, selalu seperti apa yang kita prasangkakan.
Allah, selalu mendengarkan setiap untaian do'a, dan memilihkan waktu yang tepat untuk diwujudkan.
Hidup ini, tak akan pernah menjadi mulus.
Yang pasti, jadikan hidup kita selalu berfokus pada ampunan dan ridho dariNya.
Be a Great Muslim guys!
terkadang kita melewati fase sedih, fase bahagia, fase beruntung dan pernah pula melalui fase kecewa.
Percayakah, setiap fase itu adalah buah dari perbuatan kita sendiri.
Jika kita pernah sampai pada fase dikecewakan, mungkin kita pernah melewati fase mengecewakan. Ada beberapa atau bahkan, banyak orang yang kecewa karena perbuatan kita.
Mungkin sebagian lain, pernah juga menangisi kata-kata menyakitkan yang keluar dari kita, atau bahkan kepercayaan yang sudah mereka berikan sirna, lantaran kita yang melepas kepercayaan itu pergi entah kemana.
Sesal?
Ya, seharusnya bisa berbuah penyesalan. Namun, penyesalan seperti apa?
Penyesalan yang berbuah kepada suatu hikmah dan pembelajaran.
Setiap kita yakin setiap fase kehidupan itu adalah fase belajar, kita bisa memaknainya pula sebagai pendewasaan diri untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Untuk apa menjadi pendendam, jika kita bisa memilih untuk memaafkan.
Untuk apa menjadi sedih, jika kita bisa memilih bahagia dan mengikhlaskan.
Untuk apa menjadi tak tenang, jika kita bisa memilih mengambil hikmah dari setiap proses.
Mengecewakan orang lain, sudah sejatinya kita berazzam untuk mengurangi intensitas itu.
Kalaupun kita masih dikecewakan oleh orang lain, maka bisa jadi itu teguran, bisa jadi itu ujian.
Bisa jadi kalau kita Ikhlas menjalaninya, itu jadi ladang amal untuk kita semua.
Jalanilah selama itu membuahkan pelajaran, yang nantinya berujung pada pendewasaan.
Allah, selalu seperti apa yang kita prasangkakan.
Allah, selalu mendengarkan setiap untaian do'a, dan memilihkan waktu yang tepat untuk diwujudkan.
Hidup ini, tak akan pernah menjadi mulus.
Yang pasti, jadikan hidup kita selalu berfokus pada ampunan dan ridho dariNya.
Be a Great Muslim guys!
Minggu, 21 Februari 2016
Bertemanlah, Bersahabatlah
Aku adalah orang yang sangat percaya, bahwa silaturahim itu kunci rezeki.
Ya, dan memang benar itu adanya.
Namun, kali ini aku ingin sedikit menguraikan silaturahim versiku, yang hingga saat ini aku selalu menjadi saksi bahwa rezeki tak disangka-sangka memang ada.
Begini ceritanya.
Sering gak ketika kita mulaberteman, ada hal lain yang tercetus.
"ini orang kalo gw jadiin temen, apa manfaatnya buat gw"
Aku termasuk yang gak setuju akan hal itu. Memang iya silaturahim atau berteman itu kunci rezeki, namun jangan apa apa nuntut sesuatu yang sejatinya buat keuntungan diri kita. Coba deh yang sebaliknya,
Ketika kita berteman dan bersahabat dengan orang lain, ubah mindset nya , sejauh mana kita, bisa jadi manfaat buat teman kita. Bagiku yang kaya gitu akan jadi lebih asik.
Kita semata-mata berteman, karena memang kita ingin bermanfaat untuk teman kita. Jangan pake embel embel dulu. Biar apa? Biar ikhlas dalam hati kita itu udah tersetting dulu.
Kalaupun jadi ada rezeki yang balik ke kita, ya itu bonus dari Allah.
Hingga nantinya, seumpama kita malah diketemuin sama orang yang kayanya bisa jadi teman kita tapi padahal palsu (suka ada yang kaya gitu) sifat ikhlas kita udah tersetting, kaya otomatis aja gitu. Kita jadi gak gampang kecewa dan gampang ngelepasnya. Gak terus-terusan terpuruk.
Pasti yang kaya gini itu, banyak juga plus minusnya. Tapi Bagiku ini banyak plus nya. Kalo bagi temen temen Juga begitu, bisa dicontoh yang baiknya ya. Jangan yang jelek nya.
Berteman dan bersahabatlah dengan orang sukses yang gak sombong. Juga, berkontribusilah diantara keduanya.
Pelajari track demi track yang mereka lalui, untuk jadi bahan acuan kita untuk berjuang. Berkontribusilah semampu kita. Apapun itu.
Foto dibawah ini adalah mereka, yang selalu membuatku gak bisa tidur. Saking menginspirasinya.
Cholidi Asadil Alam, Shynta Diani, Aku, Siti Chairunnisa dan Mega Taufani. Orang-orang sukses yang gak ada tinggi hatinya sama sekali. Semoga Selalu Allah curahkan berkah dan kasih sayangnya, diantara kita semua. Aaaamiin :)
Ya, dan memang benar itu adanya.
Namun, kali ini aku ingin sedikit menguraikan silaturahim versiku, yang hingga saat ini aku selalu menjadi saksi bahwa rezeki tak disangka-sangka memang ada.
Begini ceritanya.
Sering gak ketika kita mulaberteman, ada hal lain yang tercetus.
"ini orang kalo gw jadiin temen, apa manfaatnya buat gw"
Aku termasuk yang gak setuju akan hal itu. Memang iya silaturahim atau berteman itu kunci rezeki, namun jangan apa apa nuntut sesuatu yang sejatinya buat keuntungan diri kita. Coba deh yang sebaliknya,
Ketika kita berteman dan bersahabat dengan orang lain, ubah mindset nya , sejauh mana kita, bisa jadi manfaat buat teman kita. Bagiku yang kaya gitu akan jadi lebih asik.
Kita semata-mata berteman, karena memang kita ingin bermanfaat untuk teman kita. Jangan pake embel embel dulu. Biar apa? Biar ikhlas dalam hati kita itu udah tersetting dulu.
Kalaupun jadi ada rezeki yang balik ke kita, ya itu bonus dari Allah.
Hingga nantinya, seumpama kita malah diketemuin sama orang yang kayanya bisa jadi teman kita tapi padahal palsu (suka ada yang kaya gitu) sifat ikhlas kita udah tersetting, kaya otomatis aja gitu. Kita jadi gak gampang kecewa dan gampang ngelepasnya. Gak terus-terusan terpuruk.
Pasti yang kaya gini itu, banyak juga plus minusnya. Tapi Bagiku ini banyak plus nya. Kalo bagi temen temen Juga begitu, bisa dicontoh yang baiknya ya. Jangan yang jelek nya.
Berteman dan bersahabatlah dengan orang sukses yang gak sombong. Juga, berkontribusilah diantara keduanya.
Pelajari track demi track yang mereka lalui, untuk jadi bahan acuan kita untuk berjuang. Berkontribusilah semampu kita. Apapun itu.
Foto dibawah ini adalah mereka, yang selalu membuatku gak bisa tidur. Saking menginspirasinya.
Cholidi Asadil Alam, Shynta Diani, Aku, Siti Chairunnisa dan Mega Taufani. Orang-orang sukses yang gak ada tinggi hatinya sama sekali. Semoga Selalu Allah curahkan berkah dan kasih sayangnya, diantara kita semua. Aaaamiin :)
Bangun dari tidur panjang
assalamu'alaikum Selamat Malam
Setelah sekian lama membuat blog ini berdebu.
Mulai malam ini, InsyaAllah tangan ini akan memulai kewajibannya untuk menulis apa yang bisa menjadi kebaikan dan blog ini menjadi sarana untuk mengevaluasi diri dari sekian banyak kesalahan yang pernah diperbuat.
Saatnya memperbanyak poin untuk berbuat baik dan semoga yang Maha Kuasa selalu meridhoi kita dengan segala curahan Rahmat nya. Aaamiin
Setelah sekian lama membuat blog ini berdebu.
Mulai malam ini, InsyaAllah tangan ini akan memulai kewajibannya untuk menulis apa yang bisa menjadi kebaikan dan blog ini menjadi sarana untuk mengevaluasi diri dari sekian banyak kesalahan yang pernah diperbuat.
Saatnya memperbanyak poin untuk berbuat baik dan semoga yang Maha Kuasa selalu meridhoi kita dengan segala curahan Rahmat nya. Aaamiin
Kamis, 19 November 2015
Siapa yang benar dan siapa yang salah ?
Islam dan Muslim
kata yang pertama adalah Agamanya, kata yang kedua adalah orang yang meyakininya.
Tuhannya 1 yaitu Allah, dan penunjuk jalannya adalah Nabi Muhammad SAW.
Kitabnya Al Qur'an, dan itu sudah sangat jelas.
Islam adalah agama yang rahmatan lil'alamin, rahmat bagi setiap makhluk (Insya Allah bener maksudnya).
Aku sebagai umat muslim, sangat bangga dengan agamaku.
Agamaku mengajarkan tentang bagaimana sesungguhnya hidup, agamaku mengajarkan kedamaian dan agamaku mengajarkan juga bagaimana berhubungan dengan yang lain.
Semua sudah tertulis di Al Qur'an, dan sudah dilakukan oleh Nabi kebanggaan Nabi Muhammad SAW.
Tapi,
melihat keadaan saat ini.
ketika Islam dan Muslim diinjak-injak, ingin rasanya diri ini berteriak.
Heeeeeeeeeiiiiiiii, yang pembuat bom itu bukan muslim, yang membunuh anak kecil itu bukan muslim yang terorissss itu bukan muslim. bukan bukan bukaaaaaaaaan
Bahkan Nabi kami menyarankan dan mencontohkan dengan tegas bahwa Islam itu adalah agama yang cinta kedamaian. Ada waktunya Nabi berperang, tapi juga tidak semena-mena.
Wahai Allah,
hati ini begitu sesak, saudara kami di bom tapi kami masih diam seribu bahasa disini.
Islam difitnah, Muslim di injak-injak.
Kami bisa apa Ya Allah :"(
Kami masih mementingkan diri sendiri, kami masih mengutamakan kekayaan kami, kebahagiaan kami. Tapi, saudara kami disana, adik adik kami, bahkan saat menghadapMu, tinggal kepala atau usus nya saja yang tersisa :"(
Ya Rabb, siapakah yang benar dan siapakah yang salah?
Aku nggak tau,
Maafkan kami lalai atas kebodohan kami sendiri.
Maafkan kami tidak memperjuangkan hak kami sebagai Muslim di dunia, lantaran kami tidak bisa berkoar atas nama kebenaran.
Kami masih dangkal akan ilmu ilmu kami, bahkan tentang agama kami sendiri.
Ya Rabb,
Beri kami petunjuk, arahkan kami, sadarkan kami dan Ampuni kami :"(
kata yang pertama adalah Agamanya, kata yang kedua adalah orang yang meyakininya.
Tuhannya 1 yaitu Allah, dan penunjuk jalannya adalah Nabi Muhammad SAW.
Kitabnya Al Qur'an, dan itu sudah sangat jelas.
Islam adalah agama yang rahmatan lil'alamin, rahmat bagi setiap makhluk (Insya Allah bener maksudnya).
Aku sebagai umat muslim, sangat bangga dengan agamaku.
Agamaku mengajarkan tentang bagaimana sesungguhnya hidup, agamaku mengajarkan kedamaian dan agamaku mengajarkan juga bagaimana berhubungan dengan yang lain.
Semua sudah tertulis di Al Qur'an, dan sudah dilakukan oleh Nabi kebanggaan Nabi Muhammad SAW.
Tapi,
melihat keadaan saat ini.
ketika Islam dan Muslim diinjak-injak, ingin rasanya diri ini berteriak.
Heeeeeeeeeiiiiiiii, yang pembuat bom itu bukan muslim, yang membunuh anak kecil itu bukan muslim yang terorissss itu bukan muslim. bukan bukan bukaaaaaaaaan
Bahkan Nabi kami menyarankan dan mencontohkan dengan tegas bahwa Islam itu adalah agama yang cinta kedamaian. Ada waktunya Nabi berperang, tapi juga tidak semena-mena.
Wahai Allah,
hati ini begitu sesak, saudara kami di bom tapi kami masih diam seribu bahasa disini.
Islam difitnah, Muslim di injak-injak.
Kami bisa apa Ya Allah :"(
Kami masih mementingkan diri sendiri, kami masih mengutamakan kekayaan kami, kebahagiaan kami. Tapi, saudara kami disana, adik adik kami, bahkan saat menghadapMu, tinggal kepala atau usus nya saja yang tersisa :"(
Ya Rabb, siapakah yang benar dan siapakah yang salah?
Aku nggak tau,
Maafkan kami lalai atas kebodohan kami sendiri.
Maafkan kami tidak memperjuangkan hak kami sebagai Muslim di dunia, lantaran kami tidak bisa berkoar atas nama kebenaran.
Kami masih dangkal akan ilmu ilmu kami, bahkan tentang agama kami sendiri.
Ya Rabb,
Beri kami petunjuk, arahkan kami, sadarkan kami dan Ampuni kami :"(
Kamis, 12 November 2015
"Ya Allah, besarkan impianku. Kirimkan orang-orangnya. Kirimkan cara-caranya"
"Ya Allah, besarkan impianku. Kirimkan orang-orangnya. Kirimkan cara-caranya" Ini adalah bunyi do'aku, sejak kurang lebih 2 -3 tahun yang lalu. Berawal dari begitu antusiasnya aku mengikuti berbagai macam seminar ataupun training yang Ippho Santosa selenggarakan, maka di training Magnet Rezeki inilah aku mendapatkan untaian do'a Ippho Santosa yang Ia ucapkan di umrohnya Ia di tahun 2009. Aku pun mencatat do'a itu dan kucoba aplikasikan menjadi untaian doa wajibku di hampir setiap sujud dalam sholatku.
Dan tepat tahun ini, saat ini, detik ini, Allah benar-benar telah mewujudkannya.
Allah benar kirimkan orang-orangnya, Allah benar kirimkan cara-caranya.
Dengan bermodalkan impian yang berada di ambang batas ketidak wajaran :D
Allah mengabulkannya.
Tapi kawan, nggak semua yang kita lalui nantinya akan semulus yang kita kira. Akan ada air mata, akan ada kebimbangan, akan ada kerelaan untuk melepas sesuatu. Cuma satu, LALUI saja. Semua akan ada ujungnya. Ujungnya pun persis seperti do'a kita, atau malah jauh lebih manis dari yang kita kira. Ciyuuusss. Allah itu Maha Romantis,
Ketika Aku butuh untuk Sekolah Kreatif, jingle song untuk membuat kegiatan ini lebih berwarna, ternyata sudah ada yang lebih dulu mengarang lagu beserta kata-kata yang didalamnya sarat dengan makna.
Ketika Aku juga butuh orang yang sigap untuk kegiatan-kegiatan lapangan, ada juga orang itu di ABC Club. Ketika aku juga ditugaskan untuk membuat naskah drama yang akan ditampilkan untuk malam puncak penghargaaan, ada pula yang sudah dengan sangat keren merangkai kata demi kata di naskah itu. Aaaaakkkkkkk!
Masih banyak lagiiii, Ya Rabb
Aku menyayangi mereke karena Mu.
Berikan yang terbaik untuk mereka, orang-orang yang tulus mengurus dan mensupport yatim untuk terus bangkit dari keterpurukan. Dimana kami memberikan nggak cuma 'ikan' nya tapi 'kail' nya. Agar mereka bisa menikmati, indahnya berjuang atas dasar cinta kepada Allah.
Istiqomahkan Jiwa, Raga kami.
Bila kami belum kuat, maka kuatkan
Bila kami belum mampu, maka mampukan
Bila kami belum ikhlas, bantu kami untuk ikhlas
Kirimkan cara-caranya, Kirimkan orang-orangnya.
Aaaamiin :)
Langganan:
Postingan (Atom)
