Senin, 29 Februari 2016

MENGECEWAKAN atau DIKECEWAKAN ?

Selama hidup, ada berapa fase yang kita lalui. Tak terhitung bukan?
terkadang kita melewati fase sedih, fase bahagia, fase beruntung dan pernah pula melalui fase kecewa.
Percayakah, setiap fase itu adalah buah dari perbuatan kita sendiri.
Jika kita pernah sampai pada fase dikecewakan, mungkin kita pernah melewati fase mengecewakan. Ada beberapa atau bahkan, banyak orang yang kecewa karena perbuatan kita.
Mungkin sebagian lain, pernah juga menangisi kata-kata menyakitkan yang keluar dari kita, atau bahkan kepercayaan yang sudah mereka berikan sirna, lantaran kita yang melepas kepercayaan itu pergi entah kemana.

Sesal?
Ya, seharusnya bisa berbuah penyesalan. Namun, penyesalan seperti apa?
Penyesalan yang berbuah kepada suatu hikmah dan pembelajaran.
Setiap kita yakin setiap fase kehidupan itu adalah fase belajar, kita bisa memaknainya pula sebagai pendewasaan diri untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk apa menjadi pendendam, jika kita bisa memilih untuk memaafkan.
Untuk apa menjadi sedih, jika kita bisa memilih bahagia dan mengikhlaskan.
Untuk apa menjadi tak tenang, jika kita bisa memilih mengambil hikmah dari setiap proses.

Mengecewakan orang lain, sudah sejatinya kita berazzam untuk mengurangi intensitas itu.
Kalaupun kita masih dikecewakan oleh orang lain, maka bisa jadi itu teguran, bisa jadi itu ujian.
Bisa jadi kalau kita Ikhlas menjalaninya, itu jadi ladang amal untuk kita semua.

Jalanilah selama itu membuahkan pelajaran, yang nantinya berujung pada pendewasaan.
Allah, selalu seperti apa yang kita prasangkakan.
Allah, selalu mendengarkan setiap untaian do'a, dan memilihkan waktu yang tepat untuk diwujudkan.
Hidup ini, tak akan pernah menjadi mulus.
Yang pasti, jadikan hidup kita selalu berfokus pada ampunan dan ridho dariNya.

Be a Great Muslim guys!

Minggu, 21 Februari 2016

Bertemanlah, Bersahabatlah

Aku adalah orang yang sangat percaya, bahwa silaturahim itu kunci rezeki.
Ya, dan memang benar itu adanya.

Namun, kali ini aku ingin sedikit menguraikan silaturahim versiku, yang hingga saat ini aku selalu menjadi saksi bahwa rezeki tak disangka-sangka memang ada.

Begini ceritanya.
Sering gak ketika kita mulaberteman, ada hal lain yang tercetus.
"ini orang kalo gw jadiin temen, apa manfaatnya buat gw"

Aku termasuk yang gak setuju akan hal itu. Memang iya silaturahim atau berteman itu kunci rezeki, namun jangan apa apa nuntut sesuatu yang sejatinya buat keuntungan diri kita. Coba deh yang sebaliknya,
Ketika kita berteman dan bersahabat dengan orang lain, ubah mindset nya , sejauh mana kita, bisa jadi manfaat buat teman kita. Bagiku yang kaya gitu akan jadi lebih asik.
Kita semata-mata berteman, karena memang kita ingin bermanfaat untuk teman kita. Jangan pake embel embel dulu. Biar apa? Biar ikhlas dalam hati kita itu udah tersetting dulu.

Kalaupun jadi ada rezeki yang balik ke kita, ya itu bonus dari Allah.

Hingga nantinya, seumpama kita malah diketemuin sama orang yang kayanya bisa jadi teman kita tapi padahal palsu (suka ada yang kaya gitu) sifat ikhlas kita udah tersetting, kaya otomatis aja gitu. Kita jadi gak gampang kecewa dan gampang ngelepasnya. Gak terus-terusan terpuruk.

Pasti yang kaya gini itu, banyak juga plus minusnya. Tapi Bagiku ini banyak plus nya. Kalo bagi temen temen Juga begitu, bisa dicontoh yang baiknya ya. Jangan yang jelek nya.

Berteman dan bersahabatlah dengan orang sukses yang gak sombong. Juga, berkontribusilah diantara keduanya.
Pelajari track demi track yang mereka lalui, untuk jadi bahan acuan kita untuk berjuang. Berkontribusilah semampu kita. Apapun itu.

Foto dibawah ini adalah mereka, yang selalu membuatku gak bisa tidur. Saking menginspirasinya.
Cholidi Asadil Alam, Shynta Diani, Aku, Siti Chairunnisa dan Mega Taufani. Orang-orang sukses yang gak ada tinggi hatinya sama sekali. Semoga Selalu Allah curahkan berkah dan kasih sayangnya, diantara kita semua. Aaaamiin :)


Bangun dari tidur panjang

assalamu'alaikum Selamat Malam

Setelah sekian lama membuat blog ini berdebu.
Mulai malam ini, InsyaAllah tangan ini akan memulai kewajibannya untuk menulis apa yang bisa menjadi kebaikan dan blog ini menjadi sarana untuk mengevaluasi diri dari sekian banyak kesalahan yang pernah diperbuat.

Saatnya memperbanyak poin untuk berbuat baik dan semoga yang Maha Kuasa selalu meridhoi kita dengan segala curahan Rahmat nya. Aaamiin

Kamis, 19 November 2015

Siapa yang benar dan siapa yang salah ?

Islam dan Muslim

kata yang pertama adalah Agamanya, kata yang kedua adalah orang yang meyakininya.
Tuhannya 1 yaitu Allah, dan penunjuk jalannya adalah Nabi Muhammad SAW.
Kitabnya Al Qur'an, dan itu sudah sangat jelas.

Islam adalah agama yang rahmatan lil'alamin, rahmat bagi setiap makhluk (Insya Allah bener maksudnya).

Aku sebagai umat muslim, sangat bangga dengan agamaku.
Agamaku mengajarkan tentang bagaimana sesungguhnya hidup, agamaku mengajarkan kedamaian dan agamaku mengajarkan juga bagaimana berhubungan dengan yang lain.

Semua sudah tertulis di Al Qur'an, dan sudah dilakukan oleh Nabi kebanggaan Nabi Muhammad SAW.

Tapi,
melihat keadaan saat ini.
ketika Islam dan Muslim diinjak-injak, ingin rasanya diri ini berteriak.


Heeeeeeeeeiiiiiiii, yang pembuat bom itu bukan muslim, yang membunuh anak kecil itu bukan muslim yang terorissss itu bukan muslim. bukan bukan bukaaaaaaaaan

Bahkan Nabi kami menyarankan dan mencontohkan dengan tegas bahwa Islam itu adalah agama yang cinta kedamaian. Ada waktunya Nabi berperang, tapi juga tidak semena-mena.

Wahai Allah,
hati ini begitu sesak, saudara kami di bom tapi kami masih diam seribu bahasa disini.
Islam difitnah, Muslim di injak-injak.
Kami bisa apa Ya Allah :"(

Kami masih mementingkan diri sendiri, kami masih mengutamakan kekayaan kami, kebahagiaan kami. Tapi, saudara kami disana, adik adik kami, bahkan saat menghadapMu, tinggal kepala atau usus nya saja yang tersisa :"(


Ya Rabb, siapakah yang benar dan siapakah yang salah?
Aku nggak tau,

Maafkan kami lalai atas kebodohan kami sendiri.
Maafkan kami tidak memperjuangkan hak kami sebagai Muslim di dunia, lantaran kami tidak bisa berkoar atas nama kebenaran.
Kami masih dangkal akan ilmu ilmu kami, bahkan tentang agama kami sendiri.

Ya Rabb,
Beri kami petunjuk, arahkan kami, sadarkan kami dan Ampuni kami :"(

Kamis, 12 November 2015

"Ya Allah, besarkan impianku. Kirimkan orang-orangnya. Kirimkan cara-caranya"



"Ya Allah, besarkan impianku. Kirimkan orang-orangnya. Kirimkan cara-caranya" Ini adalah bunyi do'aku, sejak kurang lebih 2 -3 tahun yang lalu. Berawal dari begitu antusiasnya aku mengikuti berbagai macam seminar ataupun training yang Ippho Santosa selenggarakan, maka di training Magnet Rezeki inilah aku mendapatkan untaian do'a Ippho Santosa yang Ia ucapkan di umrohnya Ia di tahun 2009. Aku pun mencatat do'a itu dan kucoba aplikasikan menjadi untaian doa wajibku di hampir setiap sujud dalam sholatku.

Dan tepat tahun ini, saat ini, detik ini, Allah benar-benar telah mewujudkannya.
Allah benar kirimkan orang-orangnya, Allah benar kirimkan cara-caranya.
Dengan bermodalkan impian yang berada di ambang batas ketidak wajaran :D
Allah mengabulkannya.

Tapi kawan, nggak semua yang kita lalui nantinya akan semulus yang kita kira. Akan ada air mata, akan ada kebimbangan, akan ada kerelaan untuk melepas sesuatu. Cuma satu, LALUI saja. Semua akan ada ujungnya. Ujungnya pun persis seperti do'a kita, atau malah jauh lebih manis dari yang kita kira. Ciyuuusss. Allah itu Maha Romantis,


Ketika Aku butuh untuk Sekolah Kreatif, jingle song untuk membuat kegiatan ini lebih berwarna, ternyata sudah ada yang lebih dulu mengarang lagu beserta kata-kata yang didalamnya sarat dengan makna.
Ketika Aku juga butuh orang yang sigap untuk kegiatan-kegiatan lapangan, ada juga orang itu di ABC Club. Ketika aku juga ditugaskan untuk membuat naskah drama yang akan ditampilkan untuk malam puncak penghargaaan, ada pula yang sudah dengan sangat keren merangkai kata demi kata di naskah itu. Aaaaakkkkkkk!
Masih banyak lagiiii, Ya Rabb

Aku menyayangi mereke karena Mu.
Berikan yang terbaik untuk mereka, orang-orang yang tulus mengurus dan mensupport yatim untuk terus bangkit dari keterpurukan. Dimana kami memberikan nggak cuma 'ikan' nya tapi 'kail' nya. Agar mereka bisa menikmati, indahnya berjuang atas dasar cinta kepada Allah.

Istiqomahkan Jiwa,  Raga kami.
Bila kami belum kuat, maka kuatkan
Bila kami belum mampu, maka mampukan
Bila kami belum ikhlas, bantu kami untuk ikhlas

Kirimkan cara-caranya, Kirimkan orang-orangnya.
Aaaamiin :)

Senin, 09 November 2015

Kami mundur secara sportif dan saling mendo'akan

"Desember sudah selesai nggak selesai dikumpulkan, karena januari besok aku sudah 32 tahun."

Itu ucapannya, saat beberapa hari kita baru bertemu dan berkenalan.

Siapa yang tidak berbunga-bunga hatinya, ketika memang momen yang ditunggu-tunggu tiba, sesuai target yang direncanakan. hehe

Aku hampir saja dilamar, hehehe :D

Berangkat dari perkenalan yang berawal dari profilku di republika kami difasilitasi oleh kakak kami masing-masing untuk tahap pertemuan, serta berlanjut dengan tahap perkenalan lebih dalam.

Selama 2 minggu kurang 4 hari ini, hidupku lebih berwarna, walaupun memang tidak berlanjut karena adanya kesepakatan.

Dia adalah sosok yang sebenarnya Aku idamkan, karena usia nya juga sudah matang.
Namun, apa mau di kata, dari awal kita pun sepakat kalau memang tidak (bisa) saling mendukung, lebih baik kami masing-masing saja dengan kesepakatan.

Ternyata obsesi ta'aruf itu, nggak bisa disamakan dengan fase perkenalan pada umumnya. Bukan berarti perpacaran, tapi saling bertukar informasi, agar nantinya tidak saling salah paham.

Indahnya memilih karena Allah
Meskipun terlihat jelas perbedaan diantara kami, kami berusaha dulu menyelami karakter dan kepribadian kami masing-masing. Tanpa menghakimi satu sama lain. Tetap pada track saling menghargai dan menghormati di awal bertemu. Tapi, kayanya aku agak loss diawal sih Mas hehe :D

Pada akhirnya, kami memilih untuk tidak memaksakan kehendak. Kami menyadari, kalau disatukan nggak akan bisa, karena masing-masing dari kami sudah memendam keraguan dengan banyaknya list perbedaan.

Kata si mas,
Kayanya kalo bersatu, bakal jadi Badai nih si rumah tangga :D

Dia adalah sosok yang meski sedari awal selalu saja menceritakan beberapa hal buruk tentang dirinya atau sekadar mengeluh, namun begitu bahagianya diriku pernah menjadi bagian dari perjuangannya.
Aku dan dia yang memang memiliki target menikah, berusaha mendalami keseharian kami masing-masing. hmmmm... ternyata, air dan minyak memang tidak bisa disatukan.

Berbeda dengan kisah teman-teman kami mungkin, yang bermasalah dengan restu orang tua,
orang tuaku dan orang tuanya sudah sangat setuju dengan hubungan kami, Sebenarnya mereka mengharapkan keberlanjutan. Namun, kami sangat memahami, tidak ada satu pun kebaikan jika diawali dengan keraguan dan sesuatu yang dipaksakan.

Aku hampir saja ingin melindungi egoku, begitupun juga dirinya kurasa. Kami awalnya ingin melihat sejauh mana kami bertahan dengan (bukan) siapa sebenarnya diri kami.
Hehe, Maafkan sudah memaksamu membaca buku ya mas :).

Aku cenderung orang yang keras dan sangat senang komunikasi alias nggak henti-hentinya chatting, paling doyan kordinasi dan konfirmasi yang memang sudah jadi keseharianku, bisa jadi membuat dia BT setelah banyak ngobrol.

Sedangankan Ia adalah sosok yang sangat lembut dan lebih senang to the point. Yang lebih senang bertemu dan berdiskusi, ketimbang chatting atau telpon-telponan. Dia pun sudah berhasil mengambil hati Bapak sama Umi sebenarnya. haha,
Rangkaian proses tadi membuat kami pada akhirnya merendahkan hati dan terus berdoa untuk mendapatkan jawaban terbaik.
Banyak hal bertolak belakang. Namun diawal aku menutup mata akan hal itu. Aku kira perlahan akan bisa bersatu. Tapi, nyatanya tidak (atau belum mungkin, hehe siapa yang tau)

Namun.....
akhirnya, kami memilih menjadi teman yang sangat kece dan saling mendukung serta mendoakan untuk setiap langkah kami.

Terima kasih ya Mas, kita sudah pernah saling mengisi satu sama lain. Aku akan selalu mengingat pesanmu, namun juga jangan lupa saranku yaa :D

Untuk hal yang mungkin menjadi kesalahan terbesarku, Aku mohon dimaafkan ya. Aku selalu berdoa agar kamu setiap langkahnya, di ridhoi dan dilindung oleh Allah SWT.

Tips untuk teman-teman yang sedang dilanda keraguan tentang JODOH. Ada beberapa tips untuk kalian :

1. Teruslah berazzam, bahwa niat baik menikah ingin kamu dapatkan karena campur tangan Allah dan semata-mata untuk mendapatkan ridho Nya. Sholat Tahajud sama Istikhoroh, Polll banget.

2. Coba komunikasi dan berikan kesan terbaik di awal (rasanya aku gagal disini hehe)

3. Jangan memaksakan kehendak. Karena baik belum tentu benar, namun benar sudah pasti baik. (Ini pesan dari si Mas)

4. Jangan Baper-an, No Hurt Feeling. Nothing To Lose. Kalo gagal, kan masih bisa jadi teman

5. Perkuat ikhtiar lainnya, banyak sedekah dan tutup lagi dengan do'a

Alhamdulillah, lega dan bersyukur :)



Sabtu, 06 Juni 2015

Pernah sempet hopeless

Pernah sempet hopeless gak bisa nerusin Al Bayyinah Charity Club, lantaran ada orang spesial yang pernah dukung sepenuh hati, gara-gara dikecewakan, Ia sempat menjauh (rasanya) dariku.

Pernah sempet hopeless, gara-gara usahaku untuk berbenah diri kaya gak dipandang dan terus-terusan dicuekin setiap ada hal baru yang mau dilontarin.

Pernah sempet hopeless, ketika ada banyak evaluasi yang Ia hantarkan padaku, seperti petir menyambar saat itu, namun berapa bulan hati-hati kami vacum berdiskusi tentang mimpi, karena sudah begitu kecewanya Ia terhadapku.

Dear kakaku sayang, hari ini adalah buah dari hari, dimana kakak melontarkan semua unek-unek kakak, yang kakak pendam selama ini terhadapku.

Hari ini adalah hari dimana, aku gak akan pernah menyangka, akan kembali lagi mengisi hari-hariku. Saat foto-foto ABC Club kembali kakak upload di facebook, di tag ke semua orang yang terlibat di dalamnya, dan kakak menyerukan kebanggaan kepada semua orang yang ada di dunia maya.

Hari ini adalah hari dimana aku flashback kembali, pertama kali Allah mengantarkan sahabat terbaik untuk aku terus berjalan meraih impian-impianku.

Di dokter yanti, kakak nyari grape extract dan ternyata gak ada. Aku nawarin grape extract, karena di rumah ternyata aku punya stok di rumah, setelah beberapa hari kemudian kita janjian lagi untuk memberikan grape extract yang kakak butuh.

Sejak saat itu, komunikasi kita terus terjaga. Mungkin karena kita sevisi, dan kita memulai bisnis yang sama. Kakak ingin sembuh kembali dan aku ingin bonus besar. hehehehe. gak munafik lah ya, waktu kuliah terus ikut MLM ya harapannya itu :P.

Sampai suatu saat, aku terlibat dalam kepanitiaan seminar 7 keajaiban rezeki Ippho Santosa, aku memiliki kuota 10 orang yang bisa aku undang secara free, tak berbayar. Entah mengapa, nama Sonya Permata Putri, menjadi nama yang aku tulis di urutan teratas, mendahului nama-nama prioritas lainnya. Setelah itu, kita kembali menjalankan bisnis TIENS bersama-sama, kakak terus ikut terapi produk, dan aku presentasi temen-temen kakak beberapa kali. Ketika itu, bisnisku sebenernya lagi kurang bagus, ditambah aku sudah semester 7, finally aku memilih untuk menyelesaikan studiku di semester-semester akhir, Aku terbang ke palembang, sampai sebelumnya pamit kepada downline-downline ku termasuk kakak dan randa. Berniat untuk melanjutkan bisnis dan komunikasi yang baik di palembang, karena randa juga waktu itu masih di jambi, ternyata berubah planning. Aku menjadi mahasiswa yang beneran mahasiswa saat itu. Lingkungan palembang yang asing, serta tugas magang yang terhitung sulit, membuatku berpikir, kayanya aku akhiri saja bisnis ini. Satu tahun terakhir, aku pilih untuk fokus mengakhiri masa studiku saja dulu. Aku lupakan meneruskan bisnis bersama adikmu dan dirimu jika aku kembali ke jakarta, dan aku fokus buat kuliah dan gak ganggu-ganggu ka sonya. Fix.

Selama 39 hari di Palembang, akhirnya aku pulang juga ke Jakarta. Dengan sesuatu yang baru, yaitu aku berniat untuk menyelesaikan 2 semester akhirku. Bener-bener aku udah lost contact sama ka onya. Sama sekali. Terus bb ku juga rusak, tambah-tambahlah gak bisa komunikasi sama ka onya. Terus, aku memulai kembali masa-masa kuliahku, yang tenang.

Sampai akhirnya, beberapa bulan kemudian aku di kontak ka onya, karena kakak mau nganterin undangan kakak ke rumahku, Disitupun aku baru tau, kk udah nikah di jambi. Kakak sama ira, nganterin undangan naik motor.Disitu kita janjian di Al Khairiyah, dan aku kira aku cuma tinggal nerima undangan, eh ternyata ka onya mau tau rumahku juga. Akirnya kita ke rumahku bareng-bareng. Ka onya tetep bonceng Ira, tapi aku bingung ka, waktu itu kk bisa bonceng orang, sekarang kok enggak. hehehe.

Finally, hari dimana kakak menyelenggarakan resepsi pernikahan pun tiba. Aku datang bersama umiku, naik taksi karena gak ada yang ngenterin (maklum ya masi jomblo haha)
baru nyampe aja aku terkesima banget sama konsep garden party nya, so awesome (sotoy dah ah). Umi juga pas baru nyampe ngeliat photo prewedd kakak, nanya "Orang kaya ya da" soalnya kan fotonya princess ala ala gitu. Sampe kita masuk pun, umi makin terkesima. Cantik banget.
Dan tau gak ka, disitu perasaanku campur aduk. Antara seneng sama minder kakak undang.
Aku dari dulu itu punya kesan tersendiri tentang orang kaya, soalnya aku belum kaya, Hehehe.
Aku tambah yakin aja kakak beserta suami adalah orang kaya maksimal, dan aku minder. (TITIK)

Aku kira itu bener-bener hari terakhir aku ketemu sama kakak. Soalnya karena 'orang kayanya' itu. Aku malu banget waktu itu. Udah lah, udah. Terus kan, suami kakak aku denger-denger punya perusahaan sendiri, dan kakak orang padang (gara-gara baca blog), fix, malu.

Nah, tapi pas kapan gtu, tiba-tiba kita ngobrol seputar ABC Club, dan kakak nyumbang buat ABC Club, terus bilang juga mau hadir suatu saat. Eh bener aja, kakak hadir, bareng ka nana dan ka utie. Perdana ketemu semua formasi barunya ABC Club. Dari situ, aku mulai kebuka, kakak adalah orang kaya yang gak sombong.
Beberapa event kita laluin bersama. Sampe program kita jalanin bareng-bareng. BeeAIC, Gebyar Muharram dll. Terus kita yang bareng-bareng bangun RAYD (Rumah Asuh Yatim dhuafa) program pertamanya Sekolah Kreatif. Terus kita ngayal-ngayal gitu di ruang multimedia, finally kita konsepin deh 6 kelas Sekolah Kreatif. Kakak itu teman gilanya aku saat bermimpi. Soalnya kita bisa sampe out of the box. Waktu itu si eti lagi ngilang. hehehe. Terus kita bedua ke rumah eti buat "Ngomelin" eti. hehehe... Terus buat mulai Sekolah Kreatif, kakak muter-muter tegal parang bareng eti (etinya udah balik lagi hehe). padahal bukan daerahnya kakak, Terus kakak bener-bener totalitas ke rumah-rumah yatim nya bareng eti. Gak lupa aku ka, gak pernah bisa lupa.

Aaaaaaakkk aku makin ngefans sama orang kaya ini. Sampe-sampe suatu hari motor kakak ilang, dan itu abis pulang dari ABC Club.Aku aja sempet nyesek. Tapi kakak dengan simpel ngomong gini, "Motornya mau diganti BMW"
Oh God!
Orang kaya ini, selain gak sombong, hatinya juga kaya. huhuhuhu.

Sampe suatu saat, aku terlalu banyak aktivitas, dan kurang fokus sama ABC Club, gak kerasa aku malah ngecewain kakak. Baru pertama kali aku liat kakak kaya gitu. Aku pikir cuma sampe situ aja. Tapi sadar ataupun enggak, kayanya kepercayaan kakak ke aku itu udah turun drastis banget (bener gak?).

Tapi aku gak mau ka. Aku mau berbenah diriku ka.
Terus kakak mulai mundur perlahan, kakak mulai mundur mau pegang website, beberapa kali aku undang via whatsapp kakak juga berhalangan hadir. Aku tambah gak tenang. Gak tau ini kakak tau atau enggak, aku sampe ngajak ketemuan eti, biar eti bisa ngasih nasehat ke aku gimana biar better nih aku sama kakak.

Huhuhu...

Aku bener2 sekuat tenaga, muter otak buat memperbaiki hubungan aku sama ka onya (lebay mode : on) . Pokonya harus baik lagi. Sampe beberapa kali umi nanya, umi punya feeling, kaya ada yang gak beres, terus aku cerita, terus umi ngomelin aku. Aku tambah bingung. Yaudah, aku selalu inget ka onya cuma butuh buktinya aku berubah. Akhirnya aku bener2 harus bisa istiqomah megang ABC.

Dan sekarang alhamdulillah, kakak masih mau terjun buat ABC club.
Aku juga kena musibah kecelakaan, kakak sahabat perdana yang nengok.
Makasih ya ka, investasi kebaikan yang kakak tujukan ke aku dan ABC club.
Makasiiiiii banget udah mau jadi sahabat aku. Huhuhu

Kalo dulu aku nyangka kakak orang kaya maksimal sampe aku jadi minder. Sekarang, aku pengen start perjalananku jadi orang kaya bareng kakakkkkkk....

Kata Jose Aditya :



"Bersahabatlah dengan mereka, yang memberikan nilai tambah pada dirimu"
Thats you!!!

Doa terbaik untukmu ka...
With love, babay